|
MAKALAH
RADIASI BENDA HITAM
ABSTRAK
Radiasi atau sinaran merupakan
perpindahan kalor melalui fenomena gelombang elektromagnetik yang digunakan
untuk berbagai proses. Radiasi erat hubungannya dengan daya serap dan daya
daya pancar gelombang radiasi yang biasa disebut dengan emisivitas. Rumusan
mengenai emisivitas telah dijelaskan oleh Steven Boltzman.Percobaan dilakukan
dua kali percobaan,percobaan pertama tentang menentukan hambatan wolfram pada
suhu kamar dan kedua membuktikan hukum Steffan-Boltzmann. Alat ynag digunakan
dalam percobaan yaitu lampu wolfram,voltmeter ac,voltmeter dc, amperemeter ac,
termopile,dimer,kabel penghubung, amplifier.
Kata kunci : radiasi benda hitam,
sumber radiasi, emisivitas, absorbsi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
1.2
TINJAUAN PUSTAKA
Panas
(kalor) dari matahari sampai ke bumi melalui gelombang elektromagnetik.
Perpindahan ini disebut radiasi, yang dapat berlangsung dalam ruang hampa.
Radiasi yang dipancarkan oleh sebuah benda sebagai akibat suhunya disebut
radiasi panas (thermal radiation).
Setiap benda secara kontinu memancarkan radiasi panas dalam
bentuk gelombang elektromagnetik. Bahkan sebuah kubus es pun memancarkan
radiasi panas, sebagian kecil dari radiasi panas ini ada dalam daerah cahaya
tampak. Walaupun demikian kubus es ini tak dapat dilihat dalam ruang gelap.
Serupa dengan kubus es, badan manusia pun memancarkan radiasi panas dalam
daerah cahaya tampak, tetapi intensitasnya tidak cukup kuat untuk dapat dilihat
dalam ruang gelap.
Setiap benda memancarkan radiasi panas, tetapi umunya benda
terlihat oleh kita karena benda itu memantulkan cahaya yang dating padanya,
bukan karena ia memacarkan radiasi panas. Benda baru terlihat karena
meradiasikan panas jika suhunya melebihi 1000 K. Pada suhu ini benda mulai
berpijar merah sepeti kumparan pemanas sebuah kompor listrik. Pada suhu di atas
2000 K benda berpijar kuning atau keputih-putihan, seperti besi berpijar putih
atau pijar putih dari filamen lampu pijar. Begitu suhu benda terus
ditingkatkan, intensitas relatif dari spectrum cahaya yang dipancarkannya
berubah. Ini menyebabkan pergeseran dalam warna-warna spektrum yang diamati,
yang dapat digunakan untuk menaksir suhu suatu benda (lihat gambar di bawah
ini).

Secara umum bentuk terinci dari spectrum radiasi panas yang
dipancarkan oleh suatu benda panas bergantung pada komposisi benda itu.
Meskipun demikian hasil eksperimen menunjukkan bahwa ada satu kelas benda panas
yang memancarkan spectra panas dengan kalor yang universal. Benda ini disebut
benda hitam (black body). Benda hitam adalah suatu benda yang permukannnya
sedemikian sehingga menyerap semua radiasi yang dactang padanya (tidak ada
radiasi yang dipantulkan keluar dari benda hitam). Dari pengamatan diperoleh
bahwa semua benda hitam pada suhu yang sama memancarkan radiasi dengan spektrum
yang sama.
Tidak ada benda yang hitam sempurna. Kita hanya dapat membuat
benda yang mendekati benda hitam. Seperti ditunjukkan pada Gambar 8.2, walaupun
permukaan dalam kotak dicat putih (Gambar 8.3a)tetapi ketika kotak ditutup,
lubang kotak tampak hitam pada siang hari (Gambar 8.3b). Mengapa demikian?
Ketika radiasi dari cahaya matahari memasuki lubang kotak, radiasi dipantulkan
berulang–ulang (beberapa kali) oleh dinding kotak dan setelah pemantulan ini
hamoir dapat dikatakan tidak ada lagi radiasi yang tersisa (semua radiasi telah
diserap di dalam kotak) dengan kata lain , lubang telah berfungsi menyerap
semua radiasi yang datang padanya akibatnya benda tampak hitam.
Dengan J(f,T) adalah suatu fungsi universal (sama untuk semua
benda) yang bergantung hanya pada f , frekuensi cahaya, dan T, suhu mutlak
benda. Persaman (8-1) menunjukkan bahwa daya yang dipancarkan persatuan luas
persatuan frekuensi oleh suatu benda hitam bergantung hanya pada suhu dan
frekuensi cahaya dan tidak bergantung pada sifat fisika dan kimia yang menyusun
benda hitam, dan ini sesuai dengan hasil pengamatan. Perkembangan selanjutnya
untuk memahami karakter universal dari radiasi benda hitam datang dari ahli
fisika Austria, Josef Stefan (1835-1893) pada tahun 1879. Ia mendapatkan secara
eksperimen bahwa daya total persatuan luas yang dipancarkan pada semua
frekuensi oleh suatu benda hitam panas, Itotal (intensitas radiasi total),
adalah sebanding dengan pangkat empat dari suhu mutlaknya. Karena itu, bentuk
persamaan empiris hukum Stefan ditulis sebagai
dengan
Itotal adalah intensitas (daya persatuan luas) radiasi pada permukaan benda
hitam pada esmua frekuensi, Rf adalah intensitas radiasi persatuan frekuensi
yang dipancarkan oleh benda hitam, T adalah suhu mutalak benda, dan adalah
tetapan Stefan-Boltzmann, yaitu = 5,67 × 10-8 W m-2 K-4. untuk benda panas yang
bukan benda hitam akan memenuhi hukum yang sama hanya diberi tambahan koefisien
emisivitas, e, yang lebih kecil dari 1:
(8.3)
ingat
Itotal = P/A, sehingga persamaan (8-3) juga dapat ditulis sebagai
Dengan P adalah daya radiasi (watt = W) dan A adalah luas
permukan benda (m). Lima tahun kemudian konfirmasi mengesankan dari teori
gelombang elektromagnetik cahaya diperoleh ketika Boltzmann menurunkan hukum
Stefan dari gabungan termodinamika dan persamaan-persamaan Maxwell. Karena itu
persamaan (8-3) dikenal juga sebagai hukum Stefan-Boltzmann.
(marfuatunnurendah.blog.uns.ac.id,2010)
- Pergeseran Wien
Jika suatu benda
dipanaskan maka bendaakan memancarkan radiasi kalor, pada suhu rendah radiasi
gelombang elektromagnet yang dipancarkan intensitasnya rendah, pada suhu yang
lebih tinggi dipancarkan sinar inframerah walaupun tidak terlihat tetapi dapat
kita rasakan panasnya, pada suhu lebih tingi lagi benda mulai berpijar merah ( ± 10000 C ),
dan berwarna kuning keputih-putihan pada suhu ± 20000 C.
Dalam hal ini jika suhu benda dinaikkan puncak intensitas dari spektrum cahaya
yang dipancarkan mempunyai satu nilai maksimum pada panjang gelombangyang
dinamakan lmaks, danpanjang gelombang
maksimum itu bergeser ke daerah yang frekwensinya lebih tinggi
Hubungan panjang
gelombang lmaks dan suhu benda T oleh
Wien dinyatakan dengan persamaan
lmaks
= C / T
lmaks T = C
T
= suhu mutlak benda hitam
C
= tetapan pergeseran Wien
= 2,90 x 10-3 m K
D. Intensitas Radiasi Benda Hitam
Ketika benda berongga dipanaskan , elektron elektron dan molekul pada
dinding berongga akan mendapatkan tambahan energi sehingga bergerak dipercepat,
menurut Teori Maxwell muatan-muatan yang dipercepat akan memancarkan radiasi
gelombang elektromagnetik. Teori klasik dapat menerangkan asal dari radiasi
kalor, tetapitidak dapat menerangkan spektrum radiasi benda hitam, Dua buah
grafik berdasarkan teori kalsik yang menyatakan hubungan antaraintensitas
radiasi kalor dan panjang gelombang diuslkan oleh formulasi Wien dan formulasi
Raleigh-Jeans tidak sesuai dengan data percobaan . lihat grafik dibawah
Grafik menunjukkan perbandingan antara teori Wien, Rayleigh- Jeans, dan
Planck yang sesuai data percobaan Tampak bahwa grafik Wien dan Rayleigh- Jeans
tidak sesuai dengan data percobaan. Teori
Wien untuk spektrum radiasi benda hitam yang mempunyai panjang gelombang yang
pendek dan menyimpang pada panjang gelombang panjang. Teori Rayleigh- Jeans
sesuai untuk spektrum radiasi benda hitam yang mempunyai panjang gelombang yang
panjang dan menyimpang pada panjang gelombang pendek.

- Teori Planck
Max Planck Pada tahun 1900 menemukan formulasiuntuk menerangkan grafik
spektrum radiasi benda hitam benatuk kurva I terhadap fungsi panjang gelombang l adalah
I =
h =
tetapan Planck = 6,63 x 10-34 Js
Hasil formulasi Planck sangat sesuai dengan data hasil percobaan dengan
membuat suatu anggapan baru mengenai sifat dasar dari getaran molekul dalam
dinding dinding rongga benda hitam yaitu
:
- Getaran
molekul yag memancarkan radiasi hanya dapat memilki satuan diskret dari
energi En yang dinyatalan En = n h f
n = bilangan kuantum ( 1,2,3 dst )
f = frekwensi
Energi dari
molekul-molekul terkuantisasi dan
keadaan energi yang diperbolehkan dinamakan tingkat energi
- Molekul-molekul
memancarkan dan menyerap energi dalam satun diskret dari energi cahaya dan
disebut kuantum atau foton. Jika molekul melompat dari tingkat energi
rendah ke tinggi maka akan mnyerap energi dan sebaliknya jika molekul
berpindah dari energi tinggi ke rendah akan dipancarkan energi, untuk
perpindahan satu satuan energi yang dipancarkan / diserap sama dengan hf
(finoq3a.blogspot.com,2009)
BAB II
METODOLOGI PENELITIAN
2.1 ALAT DAN
BAHAN
·
Sumber radiasi
(Lampu Wolfram, 25 W 220 V) 1buah
·
Pengatur tegangan
(dimmer) 1buah
·
Voltmeter AC 1buah
·
Amperemeter AC 1buah
·
Termopile 1buah
·
Voltmeter DC 1buah
·
Kabel-kabel
penghubung 1buah
·
Amplifier 1buah
2.2 GAMBAR RANGKAIAN ALAT

2.3 CARA KERJA
·
Alat dirangkai
seperti pada gambar di atas
·
Percobaan pertama
lampu wolfram dalam keadaan mati sampai hampir terang
·
Dimer diatur
sehingga akan diperoleh nilai tegangan voltmeter ac yang telah sesuai keinginan
dan nilai arus juga akan diperoleh dari amperemeter ac.
·
Diamati dan
dicatat nilai tegangan yang diatur dan arus yang tertera ada voltmeter ac dan
amperemeter ac.
·
Dicari nilai hambatan
wolfram pada suhu kamar dengan data yang sudah diperoleh
·
Percobaan kedua
lampu wolfram dalam keadaan hidup sampai mati
·
Dimer diatur
sehingga akan diperoleh nilai tegangan voltmeter ac yang telah sesuai keinginan
dan nilai arus juga akan diperoleh dari amperemeter ac.
·
Diamati dan
dicatat nilai tegangan yang diatur dan arus yang tertera ada voltmeter ac dan
amperemeter ac.
·
Dicari nilai
hambatan wolfram pada suhu kamar dengan data yang sudah diperoleh
·
BAB III
DATA DAN PEMBAHASAN
3.1 DATA PERCOBAAN
A.
Menentukan
Hambatan Wolfram Pada Suhu Kamar
Vac (volt)
|
Iac (A)
|
2.3
|
0.2
|
7.5
|
0.3
|
8.5
|
0.3
|
10.4
|
0.4
|
B.
Membuktikan Hukum
Steffan-Boltzmann
Vac (volt)
|
Iac (A)
|
Vtdc (volt)
|
205
|
2.3
|
3.8
|
195
|
2.3
|
3.1
|
185
|
2.2
|
2.9
|
175
|
2.1
|
2.7
|
165
|
2/0
|
2.6
|
155
|
1.9
|
2.5
|
145
|
1.8
|
2.2
|
135
|
1.7
|
1.9
|
125
|
1.6
|
1.8
|
115
|
1.5
|
1.6
|
105
|
1.4
|
1.2
|
95
|
1.3
|
1.1
|
85
|
1.3
|
0.9
|
75
|
1.2
|
0.8
|
65
|
1.0
|
0.4
|
55
|
1.0
|
0.3
|
45
|
0.9
|
0.2
|
35
|
0.7
|
0.1
|
25
|
0.6
|
0.03
|
15
|
0.5
|
0.04
|
5
|
0.3
|
0.05
|
3.2 ANALISA
PadapercobaaninimemilkijudulRadiasi
Benda HitamPercobaanSteffan-Boltzmann, percobaaninimemilikitujuanyaitu,
membuktikanHukumSteffan Boltzmann danmenentukanbesarhambatan yang
dipakaidalamrangkaian
Alatdanbahan
yang digunakandalampercobaaniniantaralain, voltmeter AC, milivoltmeter DC,
amperemeter AC, thermopile, lampu wolfram, dimmer, amplifier,
danbeberapakabelpenghubung. Voltmeter AC yang
befungsiuntukmengukurbesartegangan AC darirangkaian, milivoltmeter DC
berfungsiuntukmengukurbesarnyategangan DC dalamsatuan millivolt, amperemeter AC
untukmengukurarus AC, thermopile sebagaipengubah energy panas (kalor) menjadi energy listrik, lampu wolfram
sebagaisumberradiasi, dimmer untukmengaturbesarkecilnyateganganpadarangkaian,
amplifier adalahuntukpenguattegangan yang keluardari thermopile,
danbeberapakabelpenghubung yang berfungsiuntukmenghubungkankomponenalatdanbahan
yang digunakan.
PrinsipkerjadalampercobaanRadiasi
Benda Hitaminiadalahlampu wolfram yang menyalamemilikisuhutinggi yang
kemudianmemancarkanpanassertacahaya, namunhanya energy panas yang
dihasilkanolehlamputersebutyang kemudianakandiserapoleh thermopile yang
terletak di sampinglampu wolfram. Panas yang
diseraptersebutakandiubahmenjadipulsapulsalistrik yang sangatkecil yang
kemudianakandikuatkandenganmenggunakan amplifier. Besarnyategangan yang
dihasilkantersebutdapatdilihatdarimilivoltmeter DC yang terpasangpadarangkaian.
Praktikum
kali initediridari 2
macampecobaan.Percobaanpertamayaituuntukmenentukanhambatanawallampuwalfram
25W,220Vpadasuhukamar (270C atau 300K). Amperemeterdisusundandipasangsecaraserisedangkan
voltmeter disusundandipasangsecaraparalel. Dari data yang diperoleh 5variasi data yang diambil.
Denganmemutar-mutar dimmer didapatkanbesararussaat 0,002A adalahsebesar 2.3V.Percobaandilakukandarilampumatihinggalampumulaiberpijar
(menyala) dansaatlampumulaiberpijararus yang terukuradalah 0.004A
dantegangannyasebesar 10.4V.Untukmenghitungataumencarinilaihambatanawallampuwalframdapatdigunakanpersamaan
:
Dan dari perhitungan didapatkan
hambatan awal lampu walfram sebesar:(9306.694±3115.421)W.
Untuk percobaan kedua yaitu menentukan hukum
steffan boltzman. Kita mengetahui bahwa semua benda yang memiliki suhu diatas 0
kelvin akan meradiasikan gelombang elektromagnetik. Hukum steffan boltzman
menyatakan tentang radiasi sebuah benda bahwa rapat fluks energi (energi
radiasi benda per satuan luas per satuan waktu atau E/luas waktu) dari sebuah
benda adalah sebanding dengan pangkat 4 suhu mutlak benda. Setelah merangkai alat,
hal selanjutnya yang dilakukan adalah mengambil data dengan memutar dimmer dari
voltase paling tinggi (lampu menyala terang) sampai voltase paling rendah
(lampu mati). Kemudian data yang diambil yaitu VDC (tegangan pada
termopile) , IAC , VAC. Dari data yang didapat diambil 12
variasi data. Hal ini karena pada data ke-13 tidak ada tegangan pada lampu atau
tegangannya sampai benilai negatif sehingga data yang terakhir adalah data yang
ke-12 dimana pada saat data tersebut lampu walfram sudah mati atau padam.
Pada percobaan yang kedua ini kita
dapat menyimpulkan tegangan yang masuk pada lampu atau energi dari lampu akan
menyebar kesegala arah, pada arah tertentu akan diterima oleh termopile.
Termopile akan mengubah energi panas menjadi tegangan listrik V maka dapat
dituliskan persamaan sebagai berikut
Ф ∞ V ∞T4
……(1) atau V ∞T4 ……(2)
Persamaan 2 berlaku jika suhu termopile adalah
0Kelvin, sehingga badan termopile tidak mengeluarkan radiasi. Jika benda pada
suhu tertentu (t) termopile juga akan mengeluarkan radiasi maka V= T4 - T’tp . Jadi dapat dibuktikan dari
data bahwa Hukum Steffan Boltzman yaitu antara tegangan dan suhu adalah
berbanding lurus.
Dari data
dibuatpersamaan log t dan log Vt, log t sebagai variable bebasdan log Vtsebagai
variable terikat.Sehinggadidapatkansebuahgrafik yang
memilikipersamaansebagaiberikut:
y=mx+c
darigrafikdidapatkannilaipersamaansebagaiberikut:
y = 3.6287x - 11.643
nilai m
daripercobaanmenunjukannilaikonstanta Stefan boltzman yang manamenurut
literature sertajurnalmemilikinilai 4 sedangkanpadapercobaan kali
inididapatkanmemilikinilai m sebesar 3.6287 yang manamemilikinilai yang
berbedadengan literature.
Perbedaannilai
m inimungkindisebabkanolehkesalahanparalaks yang terjadipadasaatpengambilan
data.Kesalahantersebutantara lain:
1.
kurangstabilnyanilaitegangan,
arus yang terukurtidakstabilsehinggaketikapengambilan data
kurangsempurnapembacaannya.
2.
Tegangan yang
digunakantidakstabil,sehinggamempengaruhiterangredupnyalalampusebagaisumberradiasi
yang digunakan.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
·
Dari perhitungan
percobaan pertama diperoleh nilai hambatan wolfram sebesar (9306.694 ± 3115.421)W
·
Dari perhitungan
percobaan kedua diperoleh nilai steffan-boltzmann sebesar
3.6287
4.2 DAFTAR PUSTAKA
Perhitungan
-
Percobaan 1
V ac (V)
|
I (mA)
|
Rt (W)
|
Rt-
|
|
2.3
|
0.2
|
11500
|
-11208.3
|
125626661.4
|
7.5
|
0.3
|
25000
|
2291.67
|
5251751.389
|
8.5
|
0.3
|
28333.33
|
5625.003
|
31640662.5
|
10.4
|
0.4
|
26000
|
3291.67
|
10835091.39
|
22708.33
|
173354166.7
|
Ro=
DRt
=
DRo
= 
=
=
= 
=9306.694W = 7601.626289 W =3115.42061W
Kr=

= 
= 33.5%
Ketelitian
= 100%-Kr
= 100%-33.5%
= 66.5%
HasilAkhir
= (Ro±DRo)
= (9306.694±3115.421)W
-
Percobaan kedua
NO
|
Vac (V)
|
I (mA)
|
Vt (V)
|
Rt (W)
|
t
|
log t
|
log Vt
|
1
|
205
|
2.3
|
3.8
|
89130.43
|
2059.594
|
3.31378166
|
0.579784
|
2
|
195
|
2.3
|
3.1
|
84782.61
|
1962.282
|
3.292761483
|
0.491362
|
3
|
185
|
2.2
|
2.9
|
84090.91
|
1946.801
|
3.289321526
|
0.462398
|
4
|
175
|
2.1
|
2.7
|
83333.33
|
1929.845
|
3.285522425
|
0.431364
|
5
|
165
|
2
|
2.6
|
82500
|
1911.194
|
3.281304667
|
0.414973
|
6
|
155
|
1.9
|
2.5
|
81578.95
|
1890.579
|
3.276594777
|
0.39794
|
7
|
145
|
1.8
|
2.2
|
80555.56
|
1867.673
|
3.271300953
|
0.342423
|
8
|
135
|
1.7
|
1.9
|
79411.76
|
1842.073
|
3.265306944
|
0.278754
|
9
|
125
|
1.6
|
1.8
|
78125
|
1813.273
|
3.258463296
|
0.255273
|
10
|
115
|
1.5
|
1.6
|
76666.67
|
1780.633
|
3.250574511
|
0.20412
|
11
|
105
|
1.4
|
1.2
|
75000
|
1743.33
|
3.241379724
|
0.079181
|
12
|
95
|
1.3
|
1.1
|
73076.92
|
1700.289
|
3.230522662
|
0.041393
|
13
|
85
|
1.3
|
0.9
|
65384.62
|
1528.121
|
3.184157871
|
-0.04576
|
14
|
75
|
1.2
|
0.8
|
62500
|
1463.559
|
3.165410156
|
-0.09691
|
15
|
65
|
1
|
0.4
|
65000
|
1519.513
|
3.181704444
|
-0.39794
|
16
|
55
|
1
|
0.3
|
55000
|
1295.696
|
3.112503013
|
-0.52288
|
17
|
45
|
0.9
|
0.2
|
50000
|
1183.787
|
3.073273562
|
-0.69897
|
18
|
35
|
0.7
|
0.1
|
50000
|
1183.787
|
3.073273562
|
-1
|
19
|
25
|
0.6
|
0.03
|
41666.67
|
997.2725
|
2.998813839
|
-1.52288
|
20
|
15
|
0.5
|
0.04
|
30000
|
736.1522
|
2.86696761
|
-1.39794
|
21
|
5
|
0.3
|
0.05
|
16666.67
|
437.729
|
2.641205316
|
-1.30103
|

m = 3.6287
Dm =0.308555
Kr=
Ketelitian = 100%-Kr
=
=100%-8.5%
= 8.5%
= 91.5%
Ada bentuk rangkaian alatnya???
Ada bentuk rangkaian alatnya???