|
ASHARI ALFIYAHYA
M0210013
HUKUM TERMODINAMIKA KEDUA
Hukum termodinamika kedua ini erat hubungannya dengan hukum termodinamika yang sebalumnya. Namun, hukum termodinamika kedua ini lebih membahas tentang peristiwa yang terjadi yang menyangkut hukum termodinamika yang pertama, namun ternyata hal tersebut tidak terbukti dan justru adanya peristiwa baru. Jika pada hukum termodinamika pertama telah disampaikan bahwa energi berrsifat kekal dan berubah wajud, namun di hukum termodinamika kedua ini berbeda, energi tidak bisa dengan mudah berubah begitu sajaa. Energi berubah dengan sifat tertentu. Salah satu sifatnya adalah bahwa dalam termodinamika iini bersifat irreversible. Yang artinya bahwa energi berubah dengan satu arah. Sehingga jika diambil contoh, misalnnya jika kita menjatuhkan kelereng dari ketingian tertentu. Kelereng tersebut jatuh memiliki energi potensial yang diubah menjadi energi kinetik (pada saat terjun). Dan akan berubah menjadi sedikit energi bunyi dan energi panas pada saat membentur lantai (dasar). Namun kita tidak bisa mengubah dengan mudah, jika kita memiliki kelerega dan energi panas, maka tidak akan mungkin kelereng tersebut akan naik dengan sendirinya ke atas dengan energi kinetik dan kemudian menjadi energi potensial.
Dalam hukum termodinamika kedua dikenal istilah entropi, entropi adalah sebuah besaran yang akan selalu naik (bertambah) seiring dengan bertambahnya waktu mendekati nilai maksimumnya. Hukum kedua termodinamika pada keadaan entropi mengatakan bahwa:
Processes in which the entropy of an isolated system would decrease do not occur or in every process taking place in an isolated system the entropy of the system either increases or remains constant.
Artinya adalah bahwa entropi pada sistem yang tertutup akan selalu naik dan lalu akan konstan pada saat mendekati kesetimbangan. Sehingga peristiwa entropi pada hukum termodinamika kedua ini akan selalu naik hingga titik maksimum seiring bertambahnya waktu.
Entropi berhubungan dengan ketidakteraturan suatu partikel. Jika dicontohkan, maka kurang lebih seperti di bawah ini:
|


konstan dan berada di titik maksimum. Di keadaan inilah adanya hukum termodinamika kedua yang berhubungan dengan entropi telah berlaku dan terjadi.
Dari kasus yang sudah disampaikan, dapat ditarik satu garis besar bahwa termodinamika bersifat irreversible dan pada entropi akan mendekati nilai maksimum seiring denga bertambahnnya waktu.
Referensi:
Giancoli, Douglas C.. 2001. Fisika Jilid I (terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga
Tipler, P.A.. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan). Jakarta: Penebit Erlangga
Sears, Francis. W.. 1986. Thermodynamics, kinetic theory, and statistical thermodynamics. Sydney: Addison-Wesley Publishing Company